Call Me DuckoChan

Banyak yang panggil gw: Om Can, Om Duko, Om Dako, Ko Can, Bang Can dan berbagai cara lainnya. Selama itu bukan ‘tante’, ya tentu gw pasti menoleh ketika dipanggil.

Mau dipanggil apapun, simply call me Ducko Chan (baca: Dakocan) atau Candra. bebas santai bajai.

Singkat cerita, panggilan itu disematkan oleh teman2 kuliah gw dulu ketika di kampus yg sama perlu dibuatkan identifikasi tentang Candra mana yg dimaksud. Beruntunglah gw, nama Dakocan yg legendaris itu disematkan karena kulit gw yg juga sama2 hitam kayak boneka Dakocan yg populer itu.

Dakocan adalah boneka yang berasal dari Jepang dan ngetren sekitar tahun 1960-an. Boneka dakocan merupakan boneka karet berwarna hitam yang berisi udara yang berbentuk seperti orang yang memeluk sesuatu. Jadi, boneka itu dapat diletakkan di lengan seperti kebiasaan remaja Jepang kala itu.

Kata dakocan berasal dari bahasa Jepang dakko yang berarti memeluk. Boneka asli dakocan memiliki mata yang bisa berubah merem atau melek jika dilihat dari sisi yang berbeda. Awalnya boneka dakochan hanya berwarna hitam dengan mata lebar dan bibir agak tebal. Hal ini sempat diprotes oleh beberapa kalangan karena bersifat diskriminatif seperti ras Afrika. Produksinya sempat dihentikan dan dimulai kembali selama beberapa kali. Akhirnya produsen boneka dakocan menghilangkan bentuk bibir dan warna hitam juga rok rajutnya dan memberikan ekor  dengan warna yang berbesa seperti abu-abu, pink dan biru.

(sumber:https://oppspace.wordpress.com/2016/02/20/asal-usul-kata-dakocan/)

Nah, jadi begitulah ceritanya kira2 dari mana lafal Dakocan itu muncul. seru kan?

Gw plesetin dikit jadi Ducko Chan, supaya tetap dibaca ‘dakocan’ oleh orang2 bule sebagaimana mreka menyebut Jacky Chan. Sayangnya, orang2 sini malah nyebutnya ‘duko’ sebagaimana mirip cat tembok. hahay! i don’t mind lah.

Embrace Your Limitations

Anyhow, sehari harinya gw mengelola sebuah production house bernama DBI Media Indonesia (http://dbimedia.co.id) yang biasanya memproduksi webseries, film pendek/panjang dan berbagai video2 komersil lainnya.

Gw sendiri memulai itu semua dari hobi jeprat jepret sampai akhirnya si kamera legendaris yg gw pakai dulu itu (Canon EOS 5D Mark 2) dipakai banyak orang sebagai alat yg hebat utk syut video dan film. Gw yg awalnya sebagai graphic designer dan web designer freelance, tetiba jadi kegilaan syuting video sampai akhirnya gw melakukannya sebagai profesi full time. What a blessing!

Stay Hungry. Stay Foolish.

Blog ini gw buat, supaya gw bisa nyampein isi pikiran gw dalam hal apapun yg mungkin aja bisa menjadi inspirasi buat seseorang diluar sana.

So, happy reading!